Rumah Apung Bertenaga Surya

Posted on 11 January 2010. Filed under: Architectures, Creativity, Design, Environment, Technology | Tags: |

Kingsley, arsitek Inggris ini telah merancang rumah apung modern yang diberi nama SolarHome. Di sungai Lakelands Jerman, rumah apung ini mengambang dengan arsitektur yang dirancang untuk menyatu dengan lingkungan. Design SolarHome seluas 75 m2 ini mengacu pada konsep caravan, ramah lingkungan, tidak membutuhkan sumber daya dari luar, dan telah dirancang untuk dapat beroperasi pada dua mode, yaitu Docked Mode, yang memerlukan beberapa infrastruktur listrik, air bersih dan pengolahan air, sedangkan pada Self Sufficient Mode SolarHome ini dapat beroperasi untuk jangka waktu enam sampai dua belas bulan tanpa membutuhkan layanan apapun dari luar.

floating-solarhome-001.jpg

floating-solarhome-002.jpg

floating-solarhome-003.jpg

floating-solarhome-004.jpg

floating-solarhome-005.jpg

About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

9 Responses to “Rumah Apung Bertenaga Surya”

RSS Feed for Imajinar Comments RSS Feed

Whaahh…ini penting mas Lambang,
Hanya sayang nggak ada uraian lebih lengkap tentang materi2 yg digunakan terutama “bantalan-apung” dibawah rumah. Kemudian tentang harga.
Ini sangat cocok malah mungkin satu2nya ‘sarana-andalan’ menghadapi 2012 nanti.
Tapi kalau nggak ada sinar matahari agak pusing ya?

Sssiiippp…Salam apung

Bener itu mas, kalau 2012 nanti kan air laut naik 100 meter dan mendidih. Udah gitu langit penuh dengan debu. Kalau kapalnya dari fibreglass ya bisa meleleh. Listriknya juga ngga berfungsi kalau matahari ketutup awan debu. Mestinya kapalnya dibuat dari titanium yang dilapis dengan batu giok, dan listriknya menggunakan tenaga gelombang laut. Entar tak ubah disain-nya dulu. :D

sungguh kreatif.

Iya mbak, pameran kue di Balai Sidang bisa kalah tuh… :)

wah bisa jaga-jaga kalau ada stunami lagi jadi bisa ngapung-ngapung hihihihihi

maksudnya mayat-mayatnya yang ngapung hehehehehe

salam tengah malem … segeran abis nemukan bintang disurga

Wah baru tahu kalau di surga ada bintang. Kirain cuma bidadari aja yang ada. Yang kulitnya transparant dan tulangnya kelihatan ituh… :D

Suatu saat mungkin harus ke sana arah pemukiman manusia ini. Kalau rumah ini drifting maka tetangga kita bisa ganti-ganti setiap saat. Cuman kalau mau ngantar anak ke sekolah repot juga kali, ya!

Salam!

Iya juga Brat! Kalau tetangga nyebelin, bisa kita tinggalin dia. Ke sekolah bisa naik ojek apung… entar juga bakalan muncul, soale kan ada permintaan ada penawaran…

Wah asik juga tu buat bulan madu. Bulan madunya di tengah danau atau tengah lautan, hehehehe…

Disarankan sih jangan, karena kalau terlalu hot bisa kecemplung dua-duanya…

iso-iso ae tho kang.. hihihihihihi

Imajinasinya harus liar mas… :)

saya ada masukan bagaimana kalau rumah ini juga dipasangi mesin yang terhubung dengan propeler/baling-baling sehingga rumah ini tidak hanya dapat terapung tetapi bisa bergerak kemanapun sesuai dengan yang diinginkan pemiliknya

Disain seperti ini tidak cocok untuk gelombang besar. Kalau hanya untuk jalan-jalan di danau sih oke-oke aja. Yang penting sudah ada ijin menempati kaplingnya. Kalau ngga kan bisa diserobot orang. :)

tambahan bagi yang ngedisain rumah apung ini, apakah anda pernah mendisain rumah terbang kayak di filem animasi Up to lo,kalau udah,boleh gak aku liat disainnya?kal boleh kirimin ke emailku ya,maturnuwon/trimakasih

Ngga sampai disain-mendisain seperti itu. Disain saya dulu lebih banyak high rise structural drawing. Ini hanya gambar nyomot dari internet saja. :)

Imajiner!
Masukan lain Brat,
Kalo free energy nanti terwujud,
Dan kita tau harga tanah semakin mahal,
Dosakah kita mengubur mati di angkasa luar,
Brathar Lamb?

Wuah, kalau soal dosa atau ngga-nya saya ngga tahu. Tapi daripada ngubur di lokasi yang sering banjir, menurut saya lebih baik dikirim ke angkasa luar sana. :)

Salam Damai!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: