Usia Tua itu Takdir, Awet Muda itu Pilihan!

Posted on 20 December 2009. Filed under: Health, Living | Tags: , |

Apakah Anda sudah merasa tua? Pertanyaan inilah yang diajukan berdasarkan jajak pendapat di Belanda terhadap para manula yang usianya sudah diatas 60 tahun. Ternyata lebih dari 80% secara biologis mereka menilai bahwa dirinya masih tetap muda alias belum merasa tua. Mungkin hal ini pulalah yang mendorong negara-negara di Eropa untuk meningkatkan usia batas pensiun dari 65 tahun menjadi 67 tahun. Kapankan seseorang bisa dinilai sebagai manula/lansia (manusia lanjut usia)? Apakah pada saat ia mulai punya cucu, ataukah pada saat rambutnya mulai beruban?

Sampai saat ini para ahli masih memperdebatkan kapan seseorang bisa dikategorikan sebagai lansia. Berdasarkan Worl d Health Organization (WHO) mereka mengelompokan lanjut usia sebagai berikut:

  • Lansia Dini – Middleaged (45 – 59 Tahun )
  • Lansia – Elderly (60 – 74 tahun)
  • Lansia Tua – Old (75 – 90 tahun)
  • Lansia Sangat Tua – Very Old (91 tahun keatas)

Di kolong langit sekarang ini sudah lebih hampir 200 ribu orang yang usianya diatas 100 tahun. Yang terbanyak di Amerika Serikat – 96.000 orang, kedua di Jepang 40.390 orang. Walaupun demikian harus diingat bahwa penduduk Amerika dua kali lipat penduduk Jepang. Juga ditemukan bukti: bahwa usia wanita pada umumnya lebih panjang daripada pria. 86% penduduk Jepang yang usianya diatas 100 tahun adalah kaum wanita.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi tua itu sudah merupakan takdir dari sononya, tetapi menjadi tetap awet muda itu adalah pilihan yang ditentukan oleh diri kita sendiri. Otak kitalah yang menentukan apakah kita sudah tua ataukah belum? Anda sudah bisa divonis sebagai orang tua, dimana Anda sudah pikun alias tidak bisa berpikir lagi, tetapi selama Anda masih mampu berpikir dengan baik selama itu pula Anda masih bisa dinilai muda. Berdasarkan statistik lebih dari 70% penghuni rumah jompo di Eropa mengidap penyakit pikun.

Hanya sayangnya banyak sekali orang yang mau divonis dan ditentukan oleh orang lain, bahwa dirinya itu sudah tua. Misalnya karena rasa kasih yang berlebihan, sehingga orang-orang di sekitarnya menganjurkan, bahkan melarang agar mereka tidak melakukan ini dan itu; maupun pergi sendirian. Hal inilah yang sebenarnya menjerumuskan mereka ke dalam jurang kejompoan.

Banyak orang yang memiliki hobby setiap hari membaca iklan kematian untuk mengetahui dalam usia berapa tahun mereka mati. Bahkan pada saat salah satu sahabat atau rekannya meninggal dunia langsung bertanya terhadap diri sendiri, kapankah giliran saya? Sangat disayangkan masa hidup yang sedemikian pendeknya hanya digunakan untuk memikir masalah kematian.

Daripada memikirkan tentang kematian lebih baik memikirkan bagaimana bisa membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Usia bukanlah batasan bagi seseorang untuk melakukan apapun juga. Misalnya mulailah belajar jadi penulis, Harry Bernstein mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul The Invisible Wall dalam usia 96 tahun.

Ann Nixon Cooper dalam usia 106 tahun masih aktif dalam politik. Ia adalah supporter dari Barrack Obama.

Olive Riley adalah blogger tertua ia membuat Blog pertamanya dalam usia 107 tahun.

Arthur Wilson baru mulai menikmati masa pensiun sebagai karyawan dari Los Angelos Metro dalam usia 100 tahun. Bahkan Buster Martin dari England sampai saat ini masih tetap aktif bekerja, walaupun usianya sudah mencapai 103 tahun.

Penyanyi dan pemain film yang masih tetap aktif adalah Johannes Heester dari Belanda usia dia sekarang telah mencapai 106 tahun. Konser terakhir ia lakukan dalam usia 105 tahun.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

3 Responses to “Usia Tua itu Takdir, Awet Muda itu Pilihan!”

RSS Feed for Imajinar Comments RSS Feed

Sip Markusip. Menjadi awet muda itu pilihan.🙂

Yang penting jiwanya selalu merasa muda..🙂

hmm, papaku suka baca iklan kematian di koran tuh.

Papanya dibeliin PS2 aja mbak. Aatu disuruh browsing tiap hari. Pasti pingin jadi remaja lagi.😀

ha ha ha..mana ngerti ps sih?
inet juga kagak ngerti. gaptek sih. he hehe

Ya harus diajarin mbak. Mertua saya kerjanya main Nintendo terus tiap hari. Siklus kehidupannya kan mulai berbalik lagi. Makin manja dan kolokan. Minta diperhatiin. Anak-anaknya aja yang biasanya pada bandel. Tapi entar pasti ngalamin juga masa-masa seperti itu.🙂

Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: